AKSI NYATA 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM BERDAMPAK PADA MURID
PENGELOLAAN PROGRAM
BERDAMPAK PADA MURID
Disampaikan oleh RENI
YUNITA, S.Pd
PROGRAM KEGIATAN JUMPA BERKAH ( Jumat Pagi Bertaqwa,Infaq dan Sedekah )
1.PERISTIWA (FACT)
LATAR BELAKANG
Menumbuhkan karakter
yang positif pada murid merupakan tantangan yang nyata bagi seorang pendik Di
zaman yang semakin berkembang ini, semakin beragam pula tingkah laku serta
masalah sosial yang terjadi dimasyarakat. Kemajuan teknologi yang tidak
didukung dengan kontrol yang tepat, membawa murid pada kebiasaan kebiasaan yang
sedikit banyaknya telah memberikan pengaruh negatif bagi mereka untuk mengatasi
hal tersebut perlu dilakukan kegiatan-kegiatan pembiasaan yang dapat
menumbuhkan karakter yang positif pada murid, salah satunya yaitu kegiatan JUMPA BERKAH ( Jumat Pagi Bertaqwa,Infaq dan Sedekah )
Selain itu, kegiatan JUMPA BERKAH ( Jumat Pagi Bertaqwa,Infaq dan Sedekah )ini
dilakukan pada setiap hari Jumat yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan
pembelajaran keagamaan yang dapat membentuk nilai-nilai kepribadian siswa
sesuai dengan profil pelajar pancasila seperti nilai-nilai mandiri bernalar
kritis, beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia. Nilai
tersebut sangat penting dimiliki murid karena akan bermanfaat dalam kehidupan
bermasyarakat.
ALASAN AKSI NYATA
Program ini merupakan
program kegiatan yang berdampak pada murid, bermanfaat untuk membantu
meningkatkan hal-hal sebagai berikut
1. murid yang berkarakter
dan religious
2. rasa tanggung
jawab terhadap apa yang menjadi kewajiban dari agama yang dipeluknya.
3. Melatih rasa
empati atau kepeduliaan terhadap sesama
4. Melatih jiwa kepemimpinan dalam
mengkoordinir sesama murid untuk bersedekah, dan kemampuan untuk menjadi imam
dalam sholat
Adapun strategi
pelaksanaanya yaitu Program JUMPA BERKAH
dilaksanakan setap hari jumat pagi 20 menit sebelum proses pembelajaran di
mulai. Dengan jadwal sebagai berikut :
• Sholat Dhuha berjamaah untuk kelas 1-6 setiap hari
jumat
• Membaca alquran Bersama
• Melakukan sedekah seikhlasnya untuk kelas 1-6 beserta
guru setiap hari jumat
PERENCANAAN AKSI NYATA
Sebelum kegiatan aksi
nyata Program JUMPA BERKAH dilakukan, terlebih
dahulu saya mendiskusikan. program tersebut dengan kepala sekolah, rekan guru,
terutama guru agama yang secara langsung akan dilibatkan sebagai pelaksana.
Selain itu saya juga
melibatkan semua warga sekolah untuk berdiskusi karena penting juga
mempertimbangkan suara murid, pilihan murid dan kepemilikan murid. Karena
bagaimanapun juga mereka merupakan student agency yang dapat diartikan sebagai
kapasitas seseorang untuk mempengaruhi fungsi dirinya dan arah jalannya
peristiwa melalui tindakan yang dibuatnya
KEPEMIMPINAN MURID
Selain
mempertimbangkan aspek suara, pilihan dan kepemilikan pada murid, mereka juga
dapat mendemonstrasikan student agency' ketika mereka mampu mengarahkan proses
kegiatan mereka sendiri, membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan
pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi
pada proses kegiatan, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan
melakukan tindakan nyata sebagai hasil proses belajarnya. Dalam kegiatan jumpa
berkah ini mereka berhak memberikan pendapat tentang bagaimana program membawa
pengaruh terhadap kebiasaan, dalam kegiatan, konsep acaranya seperti apa,
bagaimana proses pelaksanannya, hingga bagaimana mengevaluasi hasil akhirnya.
Perasaan saya dalam
menerapkan program kegiatan jumpa Berkah di UPTD SDN 1 Sumbon sangat semangat
senang dan tentunya merasa bangga karena program kegiatan ini disambut baik
oleh warga sekolah. Program ini juga langsung berdampak pada murid, hal
tersebut dibuktikan dengan banyaknya Siswa yang ikut serta dalam kegiatan Jumpa Berkah
ini
Selain itu aspek
kepemimpinan murid mulai dari aspek suara, aspek pilihan dan aspek kepemilikan
pun dapat terealisasikan dengan baik sehingga menjadikan murid sebagai pemimpin
bagi proses pembelajarannya sendiri, dan mereka pun mampu mengembangkan
kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga potensi kepemimpinannya
dapat berkembang dengan baik.
3. PEMBELAJARAN
(FINDINGS)
Pembelajaran yang saya
dapatkan dari kegiatan Jumpa Berkah ini adalah, saya harus lebih memahami peran
saya sebagai pendidik yaitu:
1. Mendampingi murid
agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan kodrat,
konteks dan kebutuhannya:
2. Mengurangi kontrol
kita terhadap mereka
Saya pun harus terus
berusaha untuk membuat perencanaan kegiatan yang berkesinambungan dalam proses
pembelajaran yang memiliki tujuan untuk menumbuhkan karakter yang posistif pada
murid, dengan tetap melibatkan siswa dengan aspek suara, aspek pilihan dan
aspek kepemilikannya, sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan
baik.
Namun demikian program ini tentu belum
berjalan sepenuhnya sesuai harapan, kondisi ini saya gambarkan melalui format
manajemen resiko seperti berikut ini
MANAJEMEN RESIKO
NO |
Kemungkinan resiko yang terjadi |
Ukuran rasio |
Strategi pengendalian |
(kecil, sedang, tinggi) |
|||
1 |
Tidak tepat waktu |
Kecil |
Bekerja sama dengan walikelas untuk mengingatkan siswanya dalam
bentuk pengumuman yang dishare ke setiap grup WA kelas |
2 |
Cuaca tidak mendukung |
Kecil |
Antisipasi tempat |
3 |
Kendala teknis (mati lampu) |
Kecil |
Mempersiapkan pengeras suara cadangan |
4 |
Antusias siswa |
Kecil |
Kerjasama antara tim dan osis dalam mengkondisikan siswa |
4. HARAPAN (FUTURE)
Harapan untuk
kedepannya adalah, program Jumpa Berkah ini menjadi program unggulan yang
berdampak pada murid dan dapat menjadi budaya positif disekolah, kemudian dapat
meningkatkan keimanan, ketakwaan pada tuhan yang maha esa Melalui program Jumpa
Berkah juga murid dapat memposisikan dirinya sebagai student agency yang mampu
membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan
mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi,
mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan tindakan
nyata sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik.
Selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberlanjutan program untuk
lebih meningkatkan kualitasnya.
Komentar